BMKG: Malam Terasa Lebih Dingin di Pulau Jawa karena Pergerakan Udara dari Australia

Antara
Ilustrasi, prakiraan cuaca berdasarkan pengamatan BMKG. (Foto: Dok. Sindo Media).

Dia menuturkan, selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh terhadap suhu yang dingin di malam hari karena tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Langit yang cenderung bersih dari awan, lanjut dia akan menyebabkan gelombang panjang radiasi sinar matahari dilepaskan ke atmosfer luar.

"Sehingga membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari," tuturnya.

Dia menilai ada sejumlah masyarakat juga menghubungkan fenomena udara dingin tersebut dengan aphelion atau posisi matahari yang berada pada titik terjauh dari bumi. Aphelion merupakan fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.

Dia menjelaskan, matahari saat ini berada pada titik aphelion namun kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jakarta Terancam Kekurangan Air Imbas Kekeringan September 2026? Ini Faktanya!

1 hari lalu

Apa Itu Kekeringan Meteorologis yang Terjadi di DKI Jakarta hingga 10 September 2026? Cek di Sini!

2 hari lalu

Gempa M6,2 Guncang Kepulauan Sandwich Selatan, BMKG Pastikan Tak Berdampak ke RI

2 hari lalu

Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat Hadapi Karhutla di Jambi, Ada Potensi Hujan 10-15 September

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal