Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa musim kemarau di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi mulai memasuki fase puncak pada Mei. Pada periode tersebut, curah hujan akan terus berangsur menurun sejak Februari hingga April.
“Di Jawa, kondisinya saat ini masih cukup basah. Kemudian makin lama makin mengering, dan pada bulan Mei, Juni, dan Juli merupakan musim kering di daerah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” katanya.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatra, khususnya Aceh dan Sumatra Utara bagian timur, kondisi cuaca diperkirakan mulai mengering pada Februari, namun kembali mengalami peningkatan curah hujan pada Maret.
“Di daerah Sumatra di atas khatulistiwa, kita mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dengan intensitas berbeda,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi dan ekonomi.