BMKG juga mengingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi mengalami musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berisiko memicu kekeringan, karhutla, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
“Untuk kemudian nanti tahun ini kita akan mengalami musim kering yang lebih awal dan lebih panjang, sehingga secara umum akan lebih kering daripada tahun 2025 yang lalu,” ucap Faisal.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk menjaga kesehatan dan mendukung upaya ketahanan pangan nasional.
“Ini perlu kewaspadaan terkait terjadinya kekeringan, karhutla, dan juga kesehatan bagi kita semua, juga upaya kita untuk tetap menjaga swasembada pangan di Indonesia,” ujarnya.