"Jadi ini yang sangat signifikan, tadi sudah disampaikan gempa yang di bawah 3 ini yang kenapa kemarin gempanya sampai ribuan ya, bahkan sampai hari ini sampai lima belas ribu. Ini bisa kita lihat jadi mayoritas itu gempanya hampir 90%, 90% lebih itu gempa di bawah 4," ujar Wijayanto.
Karena itu, aktivitas kegempaan masih dapat terdeteksi oleh alat pemantau meski tidak lagi memberikan dampak signifikan kepada masyarakat.
"Tapi ini masih terus berlangsung mungkin dalam beberapa bulan ke depan, kita estimasi mungkin bisa berlangsung sekitar 4 sampai 6 bulan ke depan, itu yang hanya tercatat oleh alat ya. Bukan yang nanti bisa berdampak ke masyarakat bahkan nanti bisa merusak bangunan," katanya.
Wijayanto memastikan BMKG akan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan gempa susulan di Flores. Dia juga menegaskan meluruhnya gempa dengan magnitudo besar secara statistik bukan berarti kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan lebih besar sepenuhnya tertutup.
"Bukan berarti nanti tidak ada lagi gempa di atas 5 ya. Jadi ini memang secara statistik, kita secara metode sudah clear ini di atas 5 sudah tidak ada aktivitas. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti, kemungkinan masih bisa juga terjadi," tutur dia.