“Kita juga bisa melihat bahwa di sekitar perbatasan Sota itu ada sejumlah sekolah. Harapannya, [program MBG] ini bisa menjadi dukungan kepada sekolah-sekolah, khususnya dalam peningkatan gizi murid-murid di sana,” ungkap Christopher.
Selain program MBG, Christopher mengusulkan penjajakan sinergi layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di PLBN untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Menurutnya, keberadaan PLBN dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat perbatasan.
Dalam aspek ekonomi, Christopher menyoroti pentingnya pengembangan pasar rakyat melalui sinergi kementerian dan lembaga terkait. Ia menilai PLBN juga berpotensi menjadi penggerak perdagangan, pariwisata, dan jasa di kawasan perbatasan.
“Banyak sekali mereka yang dari Malaysia, yang dari Sarawak itu melintas pergi ke Singkawang dan ke Pontianak untuk berwisata, menginap, dan makan kuliner. Inilah salah satu contoh bagaimana PLBN kemudian menjadi pengungkit, penggerak, dan juga memfasilitasi kegiatan ekonomi yang berdampak,” katanya.
Melalui audiensi ini, BNPPDT mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembangunan serta mengatasi keterbatasan akses guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil.