"Jangan lagi bawa-bawa kalau halal itu hanya untuk muslim, atau kalau tidak halal berarti nonmuslim. Tidak boleh kalimat itu keluar," kata Haikal.
"Negara pertama penghasil produk halal terbesar di dunia itu China, bukan Saudi Arabia. Negara kedua Brasil, bukan Yordania. Negara ketiga Amerika Serikat, bukan Kuwait, bukan Dubai, bukan UEA," sambungnya.
Dia menilai, fakta tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap prinsip halal telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup global yang berorientasi pada kualitas dan kejujuran produk.
"Artinya, mereka sudah masuk ke generasi sadar halal," kata Babe Haikal.