BPS Buka Suara soal Heboh Desil Warga Berubah: Semua Data Itu Dinamis

Rohman Wibowo
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka suara soal heboh data desil warga berubah. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka suara soal heboh klasifikasi desil kesejahteraan masyarakat berubah karena Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak valid. Ia menegaskan bahwa seluruh data bersifat dinamis.

"Nggak, bukan begitu, bukan datanya tidak valid. Semua data itu dinamis, sehingga masyarakat dan pemerintah perlu berkolaborasi bersama untuk melakukan pemutakhiran, dan sensus (ekonomi) menjadi salah satu upaya kita untuk memutakhirkan kondisi masyarakat dan usaha terkini," ujar Amalia saat ditemui di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Polemik DTSEN sebelumnya muncul setelah ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi sebagian warga dengan klasifikasi desil. Sorotan juga mengarah pada desil 9 dan 10 yang menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.

Penyesuaian klasifikasi dilakukan melalui proses pemutakhiran untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih sesuai dengan situasi terkini. BPS turut memberikan pendampingan langsung dalam proses pembaruan data.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk mengoreksi informasi administratif yang tidak lagi sesuai dengan kondisi faktual. Hasil pemutakhiran kemudian digunakan untuk memperbarui profil sosial ekonomi masyarakat dalam basis data nasional.

Amalia menekankan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas DTSEN. Keterbukaan warga saat memberikan informasi terbaru dinilai membantu BPS menghasilkan data yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

"Data itu dinamis, dan setelah kami lakukan pemutakhiran dengan pendampingan BPS serta kerja sama masyarakat yang kooperatif, terbukti datanya sesuai dengan fakta di lapangan. Kuncinya pemutakhiran data itu sangat penting supaya selalu mencerminkan kondisi terkini masyarakat," kata Amalia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 hari lalu

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Digelar, Aktivitas Ekonomi Lokal Kian Melesat

12 hari lalu

BPS: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Makin Dekati Level Sebelum Pandemi

12 hari lalu

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Harga Cabai hingga Daging Ayam Jadi Biang Kerok

15 hari lalu

Pramono Ungkap Pestapora dan The Weeknd Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp250 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal