Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, ITS Giuseppe Garibaldi telah bersandar di Dermaga 107 setelah memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
"Setelah bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia," ucap Tunggul dalam keterangan tertulis.
Dia menjelaskan, selama pelayaran kapal tersebut sempat singgah di Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), serta layanan teknis.
Adapun ITS Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter dan draft 6,7 meter. Kapal itu menggunakan sistem pendorong Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dengan empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 yang menghasilkan daya hingga 81.000 tenaga kuda dan kecepatan maksimal 30 knot.
Selain itu, kapal memiliki jarak jelajah hingga 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot. Kapasitas angkutnya disebut mampu membawa 10 hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat, drone, serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.