Alumnus UGM Yogyakarta itu mengaku bersedia kembali mengemban amanah yang sama itu karena merasa sudah menjadi tugasnya menjadikan Indonesia lebih baik. "Sangat challenging kalau kita lihat Indonesia begitu banyak potensinya, Raja Ampat, Labuan Bajo, Toba. Saya pikir sebagai anak bangsa wajib mendukung apa yang menjadi visi dan misi Presiden,” tuturnya.
Tugas secara khusus yang disampaikan Presiden sejak satu tahun terakhir ini, kata Budi, adalah mendukung konektivitas setelah ditetapkan lima Bali Baru sebagai destinasi superprioritas. Untuk itu, perlu dibangun bandara, pelabuhan, dan aksesibilitas pendukungnya.
"Kalau konektivitas terjadi di Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Yogyakarta, turis akan meningkat pesat juga konektivifas logistik sudah dirancang akan teruskan itu," ujar Budi.
Secara khusus disampaikan dalam pembicaraan dengan Presiden Jokowi adalah koordinasi untuk menjadikan pariwisata dan logistik ke depan lebih baik. "Kita harapkan kerja sama pariwisata dan perhubungan ditingkatkan sehingga menjadi program dan ter-deliver program-program itu," katanya.
Sejumlah hal yang dibahas pada kesempatan pertemuannya dengan Presiden, di antaranya soal kereta cepat dan tol laut. "Dibahas tetapi tidak detail," kata lulusan jurusan arsitektur Universitas Gajah Mada tahun 1981 itu.