Butuh Penguatan Sosial Guna Mengikis Habis Stigma Covid-19

Muhammad Fida Ul Haq
Ilustrasi Grafik Pasien Sembuh (Foto: BNPB).

"Akan lebih baik yang terlibat itu orang lokal karena memudahkan dari budaya dan bahasanya," kata Nurul.

Tim Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Urip Purwono mengatakan stigma selalu muncul manakala ada pandemi seperti Ebola dan Covid-19. Stigma adalah pandangan negatif yang sering tidak mendasar terhadap kelompok atau seseorang yang dianggap berbeda dan lebih rendah.

Stigma orang terkonfirmasi Covid-19 dianggap lebih berbahaya walaupun sudah sembuh yang membuat mereka dijauhi.

"Dengan adanya stigma ada kecenderungan bagi masyarakat untuk menyembunyikan simptom. Ini lebih berbahaya," ujar Urip Purwono melalui Zoom.

Ketua Jaringan Rehabilitasi Psikososial Indonesia (JRPI) Irmansyah menjelaskan stigma itu keliru.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
6 jam lalu

Update Korban Gempa NTT: 100 Orang Tewas, 180.327 Jiwa Masih Mengungsi

9 jam lalu

BNPB Kerahkan 4 Water Bombing, 1 Juta Liter Air Dijatuhkan di Kalbar dalam Sehari

16 jam lalu

Karhutla Kalimantan Mengganas, Kepala BNPB Ungkap Api Membara di Bawah Lahan Gambut

16 jam lalu

Viral Polemik Distribusi Bantuan Gempa NTT, Kepala BNPB: Jaga Etika dan Saling Hormat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal