Lebih lanjut, Dahnil mengingatkan bahwa situasi bencana bukan momentum untuk saling menyalahkan, melainkan saat yang tepat untuk menumbuhkan simpati dan empati.
“Hari-hari ini yang perlu kita lakukan bukan menyalahkan satu pihak kemudian membenarkan pihak lain. Menyalahkan pihak tertentu kemudian memenangkan pihak tertentu. Itu bukan momentumnya hari ini,” tuturnya.
Menurutnya, simpati dan empati harus diwujudkan dalam doa dan tindakan nyata untuk membantu sesama.
“Kemudian kita melakukan satu tindakan kecil yang mungkin bisa kita lakukan yaitu membantu. Bagi yang punya kelebihan harta, bantulah dengan hartanya,” ujarnya.
Dahnil menegaskan, semangat saling tolong-menolong atau ta’awun merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini waktunya bergandengan tangan, membangun ukhuwah, membangun simpati, membangun empati, tadi dasarnya adalah ta'awun, saling tolong-menolong,” kata Dahnil.
Menutup pernyataannya, Wamenhaj berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat meringankan beban para korban bencana dan memperkuat persatuan bangsa.
“Mudah-mudahan doa kita pada hari ini menembus langit dan didengarkan oleh Allah SWT,” ujarnya.