Di Kampung Tua Tiang Wangkang, yang hanya dihuni 80 KK mempunyai sekitar 250 pemilih, dengan hanya satu TPS. Meski begitu, warga antusias menyambut Pemilu.
Sebagian warga adalah suku laut, yang semua kegiatan hidupnya termasuk melahirkan pun di atas perahu di lautan. Baru pada 1993, suku laut hijrah hidup ke daratan.
Sementara di Pulau Seraya, caleg Preindo bertemu dengan Idris dan para warganya. Mereka mengeluhkan masalah air bersih yang sangat sulit.
Warga berharap caleg Perindo bisa membantu pengadaan sumur bor untuk warga. Permasalahan lain adalah transportasi kapal murah bahkan gratis untuk anak sekolah.
Dalam sehari warga sekitar harus mengeluarkan Rp25 ribu untuk biaya naik kapal pergi dan pulang sekolah. Belum lagi masalah layanan kesehatan yang sangat menyusahkan warga.
Tidak kalah serunya dialog caleg dan calon pemilihnya di Pulau Temoyong. Seperti permasalahan warga pulau lainnya, warga Pulau Temoyong juga meminta caleg Perindo membantu penyediaan kapal motor atau pancung, untuk memudahkan transportasi warga.
"Sambil mendengar aspirasi warga, tentunya kami Caleg DPR-RI dan Caleg Kota Batam. tidak lupa menyampaikan misi utama kami agar warga memberi dukungan kepada Caleg dari Partai Perindo, yang tujuannya jelas untuk Indonesia Sejahtera. Termasuk warga di pulau2 kecil wilayah Kepulauan Riau," tutur Eman Sulistiani.