Ia menjelaskan, varian pertama adalah Hantaan Virus (HTNV) yang banyak ditemukan di Asia seperti Korea Selatan dan China, serta beberapa wilayah Eropa. Varian kedua ialah Puumala Virus (PUUV) yang dilaporkan dari Finlandia, Jerman, Prancis, hingga Rusia.
Sementara itu, Seoul Virus (SEOV) disebut memiliki persebaran cukup luas, mulai dari Asia sampai Amerika. Adapun varian Dobrava-Belgrade Virus (DOBV) banyak ditemukan di kawasan Balkan dan Eropa Timur.
"Keempat varian di atas dihubungkan dengan manifestasi klinik dalam bentuk demam berdarah dan gangguan ginjal, yang dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)," jelasnya.
Prof Tjandra kemudian mengungkap empat varian lain yang berkaitan dengan gangguan paru dan jantung. Varian tersebut meliputi Sin Nombre Virus (SNV) dari Amerika Serikat dan Kanada, Bayou Virus (BAYV) dari Louisiana dan Texas, serta Black Creek Canal Virus (BCCV) dari Florida.
Perhatian dunia kini juga tertuju pada Andes Virus (ANDV) yang berasal dari Amerika Selatan, terutama Argentina dan Chile. Varian ini disebut ditemukan dalam kasus-kasus yang terjadi di kapal pesiar dan menjadi sorotan internasional.