Pertama, dari pengelola gedung atau manajemennya sendiri karus menyiapkan ruangan yang steril sebelum dimasuki orang, lalu paginya dipasang neon ultaviolet, ruangannya tidak tertutup rapat, ventilasi harus baik, dan AC-nya hanya dinyalakan saat tidak ada orang, saat orang masuk dibuka jendelanya.
“Syarat yang lain enggak boleh lama-lama, biasanya kantornya pagi sampai sore, enggak boleh lagi pagi sampai sore. Kedua, kalau satu ruangan berisi 50, sekarang paling banyak 25. Hari kerjanya tidak 5-6 kali seminggu tapi 3 kali seminggu atau beda-beda jamnya,” ujarnya.
Kedua, Zubairi melanjutkan, dari sisi pegawainya pun harus mentaati protokol kesehatan yang ketat di antaranya, harus pakai masker, masuk ruangan diperiksa temperaturnya, kemudian bagi yang berpergian dengan kendaraan umum disarankan untuk ganti baju terlebih dahulu. Dan jam kerjanya pun harus diatur agar tidak banyak orang di dalam kantor.
“Jam kerjanya diatur, sekolah juga harus sama. Biasanya jam 8 sampai jam 2, sekarang jam 10 sampai jam 11, muridnya separuh aja, nanti ganti lagi,” kata Zubairi.
Selain itu, Zubairi menambahkan, perlu adanya pemeriksaan kesehatan berkala kepada seluruh pegawai yang ada di kantor.
“Jadi, setiap kali kebijakan harus ada evaluasi, monitor kebijakan yang benar dan ketat,” katanya.