Cegah Macet Horor Terulang, Ini Strategi Kemenhub Hadapi Arus Balik di Ketapang-Gilimanuk

Riyan Rizki Roshali
Ilustrasi buffer zone di pelabuhan (dok. Kemenhub)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memperkuat strategi pengaturan arus kendaraan di lintas penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Kemenhub akan mengoptimalkan fungsi buffer zone dan sistem penundaan (delaying system) pada periode arus balik lebaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi pelaksanaan arus mudik sebelumnya yang macet hingga sekitar 20 km dari area Pelabuhan Gilimanuk. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan, kesiapan buffer zone atau zona penyangga menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus balik, khususnya pada puncak gelombang kedua yang diprediksi terjadi akhir pekan ini.

"Kesiapan buffer zone harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengurai antrean kendaraan. Ini menjadi pelajaran penting dari arus mudik kemarin," ujar Aan dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026). 

Pengaturan kendaraan dilakukan melalui mekanisme Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Keputusan operasional di lapangan dituntut berlangsung cepat dan responsif terhadap kondisi terkini.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kemenhub Kirim 2 Kapal Bantu Pencarian Korban Kapal Virgo, Dilengkapi Reefer Container

2 hari lalu

Bandara Dhoho Kediri Ganti Pengelola, Ajukan Sertifikat Internasional ke Kemenhub

11 hari lalu

Revisi UU LLAJ, Kemenhub bakal Perjelas Tanggung Jawab Pengemudi dan Aplikator Ojol

11 hari lalu

Berantas Truk ODOL, Pemerintah bakal Atur Lewat Revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal