Cegah Regulasi Tumpang Tindih di Pemilu 2024, Bawaslu Ingatkan KPU

Felldy Aslya Utama
Ketua Bawaslu Abhan meminta aturan mengenai Pemilu 2024 dikaji agar tidak tumpang tindih (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyampaikan lembaganya telah memiliki rekomendasi terkait dengan penataan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan secara serentak tahun 2024 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mengkaji agar regulasi tidak tumpang tindih.

Rekomendasi tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Abhan  dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP. Rapat tersebut digelar di ruang rapat Komisi II DPR, Senin (6/9/2021).

Abhan menyebut, penataan yang perlu dilakukan sejak awal adalah dalam pembuatan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian dari semua pemangku kepentingan.

"Membenahi kendala regulasi atau payung hukum pemilu yang masih tumpang tindih, tidak jelas, dan multitafsir," kata Abhan dalam paparannya, Senin.

Rekomendasi kedua, kata dia, Bawaslu mendorong adanya perbaikan manajemen penyelenggaraan teknis dan penyelenggaraan pengawasan pemilu. Selanjutnya, mengoptimalkan koreksi administrasi terhadap akibat yang muncul dari tindakan pelanggaran hukum pemilu, guna memulihkan hak-hak peserta pemilu dan masyarakat. Serta mengembalikan integritas proses dan hasil pemilu.

"Keempat, mendorong prioritasisasi pendekatan sanksi administrasi dalam penegakan hukum Pemilu, dalam rangka memulihkan hak peserta pemilu dan masyarakat, serta meningkatkan efek jera bagi para pelanggarnya," ujar dia.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
18 hari lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

18 hari lalu

Prabowo: Saya Kalah 4 Kali, Tapi Tak Ganggu Pemimpin

26 hari lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

28 hari lalu

Komisi II DPR Dorong Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Antisipasi Penyalahgunaan Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal