BEKASI, iNews.id - Masa tumbuh kembang anak tidak bisa diabaikan meski pandemi Covid-19 melanda. Dibutuhkan peran orang tua pada era adaptasi kebiasaan baru agar tumbuh kembang anak tidak terganggu baik secara fisik maupun psikis.
Tidak dimungkiri masa pandemi berpengaruh di segala aspek kehidupan termasuk adaptasi kebiasaan baru yang berdampak pada pemenuhan hak-hak anak, yaitu hak di pendidikan, kesehatan dan imunisasi. Kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah dan belajar secara daring juga membuat sejumlah hak anak seperti bermain, bersosialisasi dan adaptasi menjadi terkendala.
MNC Peduli di Desa Pantai Bakti sebagai desa binaan rutin melaksanakan pemeriksaan dan penyuluhan gizi yang baik kepada ibu dan anak untuk pencegahan stunting bekerja sama dengan Posyandu setempat.
Isu stunting merupakan permasalahan yang tak kunjung usai bagi masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Meskipun angka stunting di Indonesia sudah menurun hingga mencapai 27,6 persen pada 2019, tetapi masih belum bisa memenuhi standar World Health Organization (WHO) yakni angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.
Stunting disebabkan kurang baiknya asupan gizi anak sejak dari kandungan ibu hingga 1.000 hari pertama kehidupan. Penyebabnya tak lain kurangnya asupan nutrisi, tidak diberikannya ASI eksklusif, melewatkan imunisasi, dan kondisi lingkungan yang kurang memadai.