"Saya pulang, gol 8,6 miliar dolar AS tereksekusi tanpa bahasa Inggris. Jadi jangan bapak tanya bahasa Inggris saya berapa, enggak," katanya disambut tawa hadirin.
Bahlil mengaku keberhasilan tersebut sekaligus menyadarkannya bahwa Indonesia membutuhkan kementerian yang memiliki posisi setara dengan mitra negosiasi di negara lain.
Sepulang dari misi tersebut, dia menyampaikan langsung kepada Jokowi bahwa status BKPM sebagai lembaga setingkat kementerian membuatnya kurang leluasa dalam diplomasi investasi.
"Saya lapor ke Presiden, 'Pak, misi sudah saya tuntaskan. Tapi saya jujur, saya malu menjalankan misi ini. Saya ketemunya menteri, sementara saya cuma kepala badan. Di sana minister, di sini chairman,'" ujarnya.
Menurutnya, pengalaman itulah yang menjadi salah satu alasan di balik transformasi BKPM menjadi Kementerian Investasi. Dengan status kementerian, Indonesia dinilai memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjalin kerja sama investasi strategis dengan negara lain.