Cerita Hoegeng Tolak Jadi Duta Besar usai Tak Jabat Kapolri, Alasannya Bikin Anak-Anaknya Terdiam

Tim iNews
Kapolri 1968-1971, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso (Dok. Istimewa/Arsip)

JAKARTA, iNews.id - Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso diberhentikan dari posisi Kapolri pada 2 Oktober 1971. Sebelum pemberhentian tersebut, Hoegeng sempat ditawari untuk menduduki jabatan duta besar atau dubes Indonesia untuk Swedia.

Namun, Hoegeng menolak tawaran itu. Pemerintah kemudian kembali menawarkan posisi dubes untuk Kerajaan Belgia, Belanda dan Luksemburg. Tawaran tersebut diberikan karena istrinya, Meri, merupakan keturunan Belanda. Selain itu, Hoegeng fasih berbahasa Belanda.

Hoegeng kembali menolak tawaran tersebut. Pria kelahiran Pekalongan itu beranggapan masa pengabdiannya sebagai Kapolri belum selesai. Dia masih ingin melanjutkan pengabdiannya di Tanah Air.

Penolakan itu kemudian berujung pada pertemuan Hoegeng dengan Presiden ke-2 Soeharto di kediamannya di Jalan Cendana. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto kembali menawarkan jabatan duta besar kepada Hoegeng.

"Tugas apa pun saya akan terima asal jangan jadi dubes, Pak," jawab Hoegeng, seperti dikutip dari buku Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
5 jam lalu

Kapolri Bertemu Ulama se-Jatim, Silaturahmi hingga Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

21 jam lalu

MUI Kaji Usulan Kapolri Jenderal Suyudi soal Fatwa Haram Vape

22 jam lalu

Polri Ingatkan Bahaya Judi Online: Jangan Tergiur Janji Keuntungan Instan

2 hari lalu

Kapolri Minta MUI Terbitkan Fatwa Haram Vape: Salah Satu Sumber Malapetaka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal