JAKARTA, iNews.id – Faris Haikal Akbar bertutur dengan semangat. Nada suaranya tegas, memancarkan nada optimistis. Berbagai jurus yang diterapkannya untuk mengarungi ganasnya pandemi pun dia ceritakan.
Faris, peternak milenial asal Bogor itu menyebut wabah Covid-19 membuat penjualan hewan kurban terdampak. Jumlah pembeli tak sederas pada masa-masa sebelum pandemi datang.
Tetapi, siapa pun tak boleh menyerah. Begitu pula prinsip yang dipegangnya. Berbagai cara pun dilakukan agar hewan kurban tetap laku.
Salah satu jurus yakni menawarkan sistem tabungan kurban untuk kambing/domba. Ide ini muncuk ketika menyadari tabungan semacam itu belum banyak.
“Umumnya, seperti bapak-bapak di wilayah saya kan biasanya nabung untuk kurban sapi selama setahun. Nah, saya bikin tabungan kurban untuk kambing dan domba saja yang bisa dicicil mulai dari Maret sampai Juli,” ujar Faris kepada iNews.id, belum lama ini.
Jurus itu terbilang ampuh. Hasilnya, program ini mampu menarik minat masyarakat terutama pekurban dari kalangan anak muda. Bahkan, 70 persen pembelinya merupakan mereka yang membeli kurban dengan metode ini.
“Jadi sistemnya seperti orang nyicil motor. Semua bobot (hewan) saya perbolehkan untuk ikut dalam tabungan kurban. Saya menyediakan bobot dari grade A sampai D. Nah, setiap cicilan bisa menyesuaikan,” ujarnya.