Silaturahmi keduanya kemudian tetap terjaga meski tidak sering bertemu. SBY mengenang pertemuan mereka sekitar dua tahun lalu ketika keduanya sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan dalam sebuah pameran.
Menurut SBY, Guruh menyumbangkan dua lukisan dalam pameran tersebut. Keduanya kemudian kembali berbincang santai, termasuk mengenai karya lukisan masing-masing.
"Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis. Di situlah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guruh," kata SBY.
SBY turut mengenang sejumlah karya Guruh yang dikenal luas masyarakat, termasuk lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" yang dinyanyikan Chrisye serta "Galih dan Ratna". Menurutnya, karya-karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi Guruh bagi seni dan budaya Indonesia.
SBY kemudian menyampaikan duka dan doa untuk Guruh. Dia menyebut Guruh sebagai seniman dan budayawan besar yang memiliki kecintaan serta nasionalisme terhadap Indonesia.
"Dan yang penting mengenang Guruh Sukarnoputra, mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif, dadanya berkobar-kobar, apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia," ujar SBY.