Perempuan tersebut membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga selesai tanpa terlihat terputus. Setelah hafalannya selesai, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di sekitar booth terdengar bersorak.
Pembawa acara di booth kemudian menanyakan identitas perempuan tersebut. Dia juga menanyakan jenis minuman yang diinginkan perempuan tersebut.
Di tengah derasnya kecaman, The Sounds Project mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
Melalui pernyataan resminya, The Sounds Project mengaku membutuhkan waktu sebelum memberikan klarifikasi. Pihak penyelenggara mengatakan kejadian tersebut melibatkan banyak pihak, sehingga mereka perlu memastikan fakta yang sebenarnya sebelum mengambil sikap.
“Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan,” tulis The Sounds Project, dikutip Selasa (11/8/2026).