-Sama seperti menggoda air.
-Serupa dengan air yang ada di daun talas.
-Dua pasangan itu seperti merpati.
-Sikapnya sangat dingin seperti es.
-Sifatnya begitu keras seperti batu.
-Bekerja keras seolah-olah seperti kuda.
-Wajahnya bersinar seperti rembulan.
-Mukanya menjadi merah seperti kepiting yang direbus.
-Jalanmu sangat lambat layaknya kura-kura.
-Kakak sangat cerewet seperti burung beo.
Majas metafora adalah majas yang menggunakan perumpamaan atau analogi antara dua hal yang memiliki sifat yang sama, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Kata-kata yang digunakan dalam majas ini bukanlah arti sebenarnya, melainkan sebagai gambaran berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Majas metafora mengungkapkan sesuatu secara langsung dengan menghilangkan kata-kata seperti 'layaknya', 'bagai (kan)', dan sejenisnya.
-Perahu itu melawan ombak dengan gigih.
-Kita semua ini adalah pilar di negeri ini.
-Bahkan pohon cemara pun akan kehilangan daunnya.
-Dewi malam baru saja kembali dari pertemuan.
-Perempuan itu adalah kembang desa di tempatku tinggal.
-Lelaki itu buaya darat.
-Usahanya gagal karena terlilit utang dengan pihak yang tidak dapat dipercaya.
-Azka terkenal sebagai siswa yang gemar membaca di kelasnya.
-Sang Raja Siang bersinar terang dan memberikan kehangatan.
-Malas membaca akan menyebabkan otakmu kurang berkembang.
Majas alegori adalah majas yang menggunakan beberapa kiasan untuk menyandingkan objek dan menciptakan kesatuan makna. Majas ini seringkali mengandung nilai moral yang bertujuan mendidik.