Cuaca Terik di Indonesia Bukan karena Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG

Kurnia Illahi
Ilustrasi, BMKG menilai suhu panas dan terik di wilayah Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir bukan termasuk gelombang panas. (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu panas dan terik di wilayah Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut bukan termasuk gelombang panas.

Penjelasan BMKG, gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa dan berlangsung lima hari berturut-turut atau lebih sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO disertai oleh kelembapan udara tinggi.

"Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celsius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum. Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama, tidak dikatakan sebagai gelombang panas," dikutip dari keterangan Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Sabtu (14/11/2020).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

Hujan Sangat Deras Diprediksi Guyur Jabar hingga 4 Mei, BNPB: Waspada Banjir!

Nasional
5 jam lalu

Viral Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Nasional
11 jam lalu

Waspada Hujan Lebat dan Petir Sepekan ke Depan, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Nasional
12 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Siang Panas Terik, Sore Hujan Lebat

Nasional
2 hari lalu

Waspada! BMKG Prediksi Banjir Rob Landa 15 Wilayah Pesisir hingga 13 Mei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal