"Saya kira ada ya (biaya meningkat), karena durasi terbangnya semakin lama. Kalau selama ini 10 sampai 8 jam, atau (dari) Aceh 6 jam, itu pasti akan semakin panjang karena rute itu memang memutar," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perang AS-Israel melawan di Iran. Para WNI hanya terdampak pembatalan hingga pengalihan rute penerbangan untuk kembali ke Indonesia.
“Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan. Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Heni memastikan pihaknya terus memantau para WNI tersebut. Sambil menunggu penerbangan kepulangan ke Indonesia, para WNI akan mendapatkan akomodasi dan penginapan dari otoritas setempat.