Di lokasi Persemaian Mentawir, Puan berbincang dengan sekelompok pekerja yang sedang memasukkan bibit tanaman ke polibag. Salah satunya adalah Elizabeth, pekerja perempuan asal Flores yang bekerja di Persemaian Mentawir bersama suaminya.
“Saya sudah menetap di Penajam Paser Utara sejak beberapa tahun lalu dengan dua orang anak juga Bu,” kata Elizabeth saat berbincang dengan Puan.
Rupanya ada empat keluarga asal Flores yang bertransmigrasi ke Penajam Paser Utara, dan 10 orang di antaranya bekerja di Persemaian Mentawir. Kepada para pekerja, Puan bertanya mengenai berapa gaji yang diterima hingga sistem kerja.
“Sudah vaksin Covid-19 kan? Sudah booster? Sehat-sehat semua ya,” ujar Puan.
“Sudah vaksin Ibu,” jawab pekerja Persemaian Mentawir lainnya, Margareth.
Usai dari Persemaian Mentawir, Puan lalu mendampingi Jokowi meninjau pembangunan Bendungan Sepaku Semoi yang akan menjadi pendukung kebutuhan air baku dan pengendalian banjir di kawasan IKN. Puan terus berada di samping Jokowi yang memberi penjelasan kepada para pemred media.
“Sudah ada progress dibanding kunjungan saya ke IKN bulan Februari lalu. Jalan sudah mulai rapi. Presiden sampaikan sejumlah hal penting seperti masalah lingkungan, rehabilitasi, dan penyediaan air bersih sudah disiapkan,” ujar mantan Menko PMK itu.
“Saya lihat memang untuk penyediaan air bersih sudah mulai digarap. Menurut Presiden, untuk jalan dan sejumlah infrastruktur lainnya di kawasan inti IKN bulan Juli 2022 pembangunannya akan dimulai,” kata Puan.
Puan dan Jokowi sempat minum air kelapa muda bersama usai menerima pemaparan soal perkembangan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dari Menteri PUPR. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan untuk meninjau titik nol IKN Nusantara.
Selesai mengunjungi IKN, Puan diminta tetap menemani Jokowi untuk melakukan kunjungan kerja ke Samarinda. Dari Penajam Paser Utara, Puan dan Jokowi terbang bersama dengan menggunakan helikopter menuju Samarinda untuk menghadiri Peresmian Pembukaan Kongres Nasional dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ‘Sanctus Thomas Aquinas’ tahun 2022.