Sementara itu, menanggapi sorotan dari Purbaya, BTN tetap menyatakan optimitisnya bahwa Penempatan Uang Negara (PUN) sebesar Rp25 triliun akan terserap habis sesuai jadwal yang direncanakan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa proses penyaluran memang bersifat bertahap seiring dengan pipeline kredit yang telah disusun perseroan.
“BTN telah menyiapkan pipeline kredit yang kuat di berbagai segmen, mulai dari korporasi, komersial, UMKM, konsumer, hingga syariah. Dapat kami sampaikan bahwa total pipeline yang tersedia mencapai sekitar Rp27,5 triliun, atau lebih besar dari dana PUN yang ditempatkan sebesar Rp25 triliun. Pipeline tersebut siap untuk mendapatkan pencairan sesuai yang telah dijadwalkan,” ucap Nixon.
Nixon memaparkan detail realisasi serapan hingga akhir September 2025:
"Dapat kami sampaikan bahwa total pipeline yang tersedia mencapai sekitar Rp27,5 triliun, atau lebih besar dari dana PUN yang ditempatkan sebesar Rp25 triliun. Pipeline tersebut siap untuk mendapatkan pencairan sesuai yang telah dijadwalkan," ujarnya.