JAKARTA, iNews.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa merger atau proses penggabungan perusahaan pelat merah di sektor konstruksi atau BUMN Karya dilaksanakan tahun ini. Ternyata, hal itu dikarenakan utang yang menumpuk.
Dony menjelaskan bahwa masalah keuangan BUMN Karya cukup kompleks. Akibatnya, terdapat pembahasan yang lebih panjang untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah dan Danantara sedang mengkaji ulang seluruh portofolio aset perusahaan karya. Evaluasi ini diperlukan untuk menentukan nilai wajar aset yang nantinya akan menjadi dasar dalam proses penggabungan.
"Kita tahu problem di karya banyak sekali ya, termasuk tadi restrukturisasi dari utang dulu," ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (27/11/2025).
"Jadi problem keuangan mereka cukup dalam di karya ini. Kita harus transparan juga untuk publik, ini kita perbaiki dulu, kita lakukan restrukturisasi, termasuk kita lakukan lagi evaluasi dari nilai aset, setelah itu kita lakukan merger dengan skenario terbaik," tuturnya.