Pihak otoritas bursa juga membantah keras opini yang menyamakan situasi koreksi saat ini dengan kondisi keterpurukan pasar modal pada masa pandemi Covid-19 silam.
Jeffrey menegaskan bahwa struktur pasar modal Indonesia saat ini jauh lebih kuat dan matang, yang dibuktikan dengan lonjakan basis investor domestik yang kini telah menembus angka 27 juta investor.
Meskipun pasar saat ini dikepung berbagai faktor ketidakpastian, mulai dari volatilitas harga komoditas global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga fluktuasi nilai tukar Rupiah, BEI menjamin seluruh sistem infrastruktur transaksi perdagangan tetap beroperasi secara normal dan transparan.
“Kami tidak pernah memprediksi angka indeks, namun yang kami pastikan bahwa seluruh transaksi perdagangan itu berjalan teratur, wajar dan efisien. Selanjutnya, kami serahkan kepada mekanisme pasar,” ucap Jeffrey.