"Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini," ujarnya.
Dasco menilai, selama temuan dalam kajian tersebut masih sesuai dengan realitas yang ada, pemerintah dapat menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan pembenahan.
"Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu," katanya.
Diketahui, berdasarkan hasil survei SMRC, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.
Dalam survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 tersebut, tingkat kepuasan publik tercatat sebesar 51,1 persen, turun 30,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025.