"Kami sengaja melakukan aksi di gedung DPR, tidak di Monas bersama Presiden. Kami juga diundang tapi bukan berarti kami apa membenci pemerintahan dan lain sebagainya. Tapi dengan situasi yang terjadi saat ini atau kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini masih sangat buruk," ujar Sunarno.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan buruh menyampaikan berbagai persoalan di sektor ketenagakerjaan, mulai dari tuntutan pembentukan UU Ketenagakerjaan yang pro buruh, kelayakan upah, hingga sistem kontrak outsourcing.
"Artinya kami masih ingin menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan di grassroot, baik di industri manufaktur, di kawasan-kawasan industri, di perkebunan, di pertambangan, tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan lain sebagainya," sambung Sunarno.