Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf, Eks 212 Ungkit Kasus Penistaan Agama

Aditya Pratama
Ilustrasi, Aksi Bela Islam 212. (Foto: SINDOnews).

JAKARTA, iNews.id - Eks 212 memprotes adanya rekomendasi ijtima ulama mendukung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Mereka menilai Aksi Bela Islam muncul secara spontan untuk membela surat Almaidah yang dinilai dinistakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok.

"Kami menginginkan 212 adalah milik bersama, bukan hanya milik mereka," ujar salah satu eks 212, Sulaiman ketika mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Jalan Cemara, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia menuturkan, sebagai orang yang pernah ikut Aksi Bela Islam 212 juga berhak mengklaim dan memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Bahkan, dia mengajak semua yang pernah ikut Aksi Bela Islam 212 untuk bersama mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

"Kami membawa jamaah berjalan kaki dari Jatinegara sampai ke Monas, sampai ikut salat dan kehujanan. Maka kami menginginkan 212 adalah milik bersama," ucapnya.

Eks 212 lainnya, Kurtubi menambahkan. Umat Islam memutihkan Jakarta ketika itu karena memiliki kepentingan dan semangat yang sama untuk membela agamanya yang merasa dilecehkan oleh Ahok. Berbeda dengan saat ini yang bersifat politik praktis dengan mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres.

"Waktu itu kita dengar ada orang yang melecehkan Alquran dan kebetulan orang itu sebagai gubernur dan punya aqidah berbeda. Saya lahir di Banten tapi saya ikut mendukung Jokowi-Ma’ruf bukan karena fanatik daerah. Saya mendukung karena ada rasa perjuangan, ada ruh jihad kalau kita urut mulai gerakan 212 itu walaupun saya bukan orang politik, tapi masing-masing kita punya mindset politik," kata Kurtubi.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

57 tahun lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

57 tahun lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

57 tahun lalu

Peradi Bersatu soal Praperadilan Roy Suryo: Bukti Jokowi Tak Cawe-Cawe, Jangan Bilang Hakimnya Termul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal