Demam Nostalgia di Media Sosial, Anggota DPR: Negara Jangan Hanya Bangun Infrastruktur

Rahman Asmardika
Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti menyoroti demam tren nostalgia dan konten autentik di media sosial. (Foto: ist)

Kedua, literasi tidak boleh lagi hanya berkutat pada isu hoaks, tetapi harus menyentuh pemahaman algoritma, etika produksi konten, dan penghormatan hak cipta. 

Ketiga, kreativitas harus diakui sebagai kerja profesional. Negara perlu menyediakan kebijakan nyata berupa pelatihan, inkubasi, akses pembiayaan, hingga perlindungan ekonomi bagi para kreator digital. 

Keempat, regulasi harus berani namun tidak membungkam ekspresi. Pendekatan harus berbasis dialog dan partisipasi publik daripada larangan kaku yang sering tertinggal oleh teknologi.

“Percakapan publik tentang nostalgia dan musik adalah bahasa halus masyarakat dalam menyampaikan kegelisahan. Di sanalah peluang Indonesia: membangun ekosistem digital yang tidak hanya ramai, tetapi juga bermakna dan inklusif,” kata Azis.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Music
1 bulan lalu

Siapa Artis dan Kreator yang Menduduki Posisi Teratas Spotify Wrapped Live Indonesia 2025?

Destinasi
1 bulan lalu

Ekraf Design Festival 2025 Resmi Dibuka, Kreator Konten Wajib Mampir!

Nasional
6 hari lalu

Polda Metro Periksa 5 Saksi terkait Teror Bom Molotov ke DJ Donny

Nasional
2 bulan lalu

Suara Kritis Bukan Ajang Keren-Kerenan, Rian Fahardhi: Itu Hak Dasar Manusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal