"DPO yang kelima adalah IF alias Samuel. Samuel ini memiliki kemampuan perakit bom yang lebih senior dibanding SL. SL itu untuk leader-nya, tapi untuk Samuel ini dia jauh memiliki kemampuan merakit bom dibanding SL, dia yg membuat bom dengan bahan TATP (Triacetontriperoxid) bersama Solikhin (SL)," kata Dedi di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Tersangka lainnya yang berhasil ditahan yakni A. Pelaku teroris yang juga tertangkap di Bekasi ini bertugas sebagai pembuat bom. Kemuduan tersangka yang terakhir berinisial T. Saat hendak ditangkap T melakukan perlawanan dengan hendak melempar bom ke arah petugas dan tewas di tempat.
"T ini ditangkap oleh Densus melakukan perlawanan dengan melempar bom sehingga dilakukan tindakan untuk melumpuhkan tersangka, yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak," ujar Dedi.