Disparitas ini masih bermunculan lantaran desain besar pemberantasan korupsi tidak sama dengan realitas memberangus korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
"Selama kondisi ini masih begini terus, mungkin tidak akan bisa nol korupsi di negara kita, karena kita tidak memperlakukan korupsi sebagai musuh bersama," katanya.
Menurutnya, dalam menghadapi tantangan korupsi ke depan, seluruh pihak harus mampu menciptakan suatu sistem yang menjamin terjadinya transparansi sesuai tuntutan zaman.
Arah mendesain suatu sistem yang bersih tersebut sudah mulai terlihat di era digital saat ini seperti tersedianya e-catalogue, e-government, e-court dan lainnya.
"Semua yang terdigitalisasi pasti akan mengurangi interaksi antarpihak. Ketika interaksi antarpihak tidak terjadi rasanya akan susah untuk menemukan ruang-ruang gelap terjadi kesepakatan-kesepakatan yang koruptif," tegas Chris.