Salah satu implementasi konkret dari arahan tersebut adalah PECI Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatra. Komitmen ini bermula dari dialog antara Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III.
“Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20.000 hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” ujarnya.
Dia menjelaskan, PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor, serta menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini dirancang sebagai model percontohan yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.
Tidak hanya PECI Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra.
Selain itu, dia juga menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional Indonesia. Salah satunya pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional, yang diketuai Utusan Khusus Presiden.
“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional. Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ujarnya.