Lulusan Akademi Militer 1987 ini juga kagum dengan tempat fitness. Area gym itu bukan hanya lengkap dan modern, namun dibuat pada ruang yang terbuka sehingga siapa pun dapat berolahraga dengan menikmati pemandangan bagus dan udara segar.
“Ini diberikan oleh Bapak KSAD, tapi dibikin terbuka untuk seluruh anggota. Anggota yang ingin makai, berolahraga dipersilakan. Bukan hanya beliau (KSAD) yang makai ini. Luar biasa,” ujarnya.
Ferry bersama istri pernah berkantor di Gedung C Mabesad. Menurut mereka, saat bertugas dulu di sini, belum banyak taman. Sekarang Mabesad terlihat sangat asri. Perubahan mencolok lainnya yaitu patung besar Jenderal Sudirman.
Dulunya patung tersebut menunjukkan pose Jenderal Sudirman berdiri dengan sikap hormat, mirip seperti patung di Jalan Sudirman. Keseluruhan patung berwarna hitam.
Namun kini patung diganti baru dengan Jenderal Sudirman berdiri tegap. Keris terselip di dada. Dibandingkan dulu, patung kini berwarna.
Pak Dirman tampak mengenakan jas kebesarannya warna coklat. Patung ini juga menjadi lebih cantik karena disangga beton yang berhias ornamen batik, dengan taman kecil di sekelilingnya.
Ferry juga dibuat geleng-geleng kepala ketika memasuki Gedung AH Nasution. Dia tak henti berdecak kagum saat menyaksikan interior gedung yang berubah drastis setelah direnovasi KSAD Andika Perkasa.
Ferry mengaku terakhir kali masuk gedung ini pada 2015 atau sebelum direnovasi. Dari depan pun sudah terlihat perubahan yang dinilainya sangat bagus. Ketika memasuki aula lantai 3, Ferry menyaksikan videotrone besar.
“Ini videotrone ya, luar biasa. Oh my god. Luar biasa. Ini kalau di hotel ya kelas-kelasnya gedung pertemuan tingkat internasional kalau begini,” tuturnya.