Lurah Manggarai Selatan pun sempat membuka kaca dan memberi tahu jika dia dari kelurahan. Saat itu, massa aksi demo yang melihat pelat merah pada mobilnya malah mengejarnya.
Dia yang panik meminta sopirnya tancap gas dari kejaran massa karena sejumlah orang mulai memecahkan kaca mobil. Namun, kepanikan itu membuat sopirnya menabrak gerobak siomay di depan Hotel Santika Slipi.
Massa semakin anarkis merusak mobil yang dikendarainya itu. Sang lurah lantas keluar dari dalam mobil karena khawatir terjadi hal yang tak diinginkan.
Massa justru memukulinya meski dia telah memberi tahu bahwa dia dari kelurahan.