Boroujerdi mengaku belum mendapatkan data lebih lengkap terkait apakah ada korban warga asing dalam peristiwa kerusuhan. Dia menyebut satu-satunya warga asing yang menjadi korban adalah Dubes Palestina di Teheran.
"Beliau dijadikan sasaran dan menjadi korban dan terluka secara sangat parah. Dan kita bisa melihat dari perkembangan ini siapa dalang di balik semua ini. Tentu ini merupakan ulah dari Mossad dan CIA," kata dia.
Sebelumnya, Iran diguncang demonstrasi besar sejak 28 Desember 2025, dimulai dengan aksi mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran.
Demonstrasi dipicu melemahnya nilai tukar mata uang rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Unjuk rasa dengan cepat menyebar ke berbagai kota lain diwarnai kerusuhan, pembakaran dan perusakan.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel berada di balik demonstrasi rusuh tersebut.