JAKARTA, iNews.id - Pemikir kebhinekaan sekaligus peraih gelar doktor dari Universitas Harvard, Sukidi mengutip artikel Wakil Presiden (Wapres) pertama Mohammad Hatta atau Bung Hatta yang ditulis pada 1941 lalu. Bung Hatta, kata dia, menyebut pangkal utama pendidikan karakter yakni keberanian mengatakan kebenaran kepada kekuasaan.
"Bung Hatta pada 1941 menulis artikel tentang karakter, dan Bung Hatta memberikan pesan bahwa pangkal utama pendidikan karakter itu adalah cinta pada kebenaran, terutama keberanian untuk mengatakan kebenaran kepada kekuasaan," ujar Sukidi dalam podcast Bikin Terang iNews, dilihat Minggu (4/1/2026).
Dia mengatakan Bung Hatta menekankan pangkal utama pendidikan karakter juga berupa keberanian mengatakan yang salah kepada penguasa. Pasalnya, kata dia, Bung Hatta memandang pujian kepada penguasa justru dapat membunuh seorang pemimpin.
"Bahkan kata Bung Hatta termasuk keberanian mengatakan yang salah kepada penguasa. Karena Bung Hatta percaya betul bahwa pujian kepada penguasa tiada memberi petunjuk dan pujian itu justru adalah bisa membunuh seorang pemimpin," tutur dia.
Sukidi menilai masyarakat jauh lebih kuat dari negara. Menurut dia, masyarakat bisa jauh lebih kuat apabila memiliki kesadaran mengorganisasi bantuan kemanusiaan hingga kepekaan kepada sesama manusia.
"Saya melihatnya bahwa eh society is much more stronger than state. Jadi, masyarakat itu jauh lebih kuat dibanding negara itu sendiri. Tetapi kalau kesadaran untuk mengorganisasi bantuan kemanusiaan, kepekaan pada sesama itu justru tumbuh pada masyarakat, itu memberikan satu pesan penting bahwa kalau kita mampu mengorganisasi diri kita tanpa kehadiran negara, maka sebenarnya kita akan jauh lebih kuat," ujarnya.