Menurut Ritto, donasi tersebut sedianya digunakan untuk mendukung misi dakwah dan pembangunan pesantren di kawasan Indonesia timur. Dia mengeklaim, program tersebut telah berjalan melalui pembiayaan santri dan renovasi sejumlah pondok pesantren di Banten sejak 2022.
"Dipergunakan mendukung misi dakwah dan membangun pesantren di kawasan Indonesia Timur yang mana pilot projectnya sudah berjalan berupa membiayai sekitar 500 santri dan renovasi sarana prasarana di beberapa pondok pesantren di daerah Banten mulai tahun 2022," kata dia.
Ritto menjelaskan alasan penyimpanan emas dan uang valuta asing tersebut di rumah yang disebutnya milik mertua Febrie Adriansyah. Dia mengaku meminjam rumah tersebut sejak 2022 untuk menunjang kegiatan sosial keagamaan sekaligus menyimpan donasi yang dikelolanya.
"Saya pinjam (Rumah Sentul) untuk menunjang kegiatan sosial keagamaan mulai tahun 2022. Karena itu dilakukan renovasi dan pembangunan merangkas yang saya biayai sendiri guna menyimpan hasil donasi dalam dan luar negeri yang hanya bisa diakses oleh saya sendiri," katanya.