Dosen ITB Beberkan Bahaya ChatGPT dalam Dunia Pendidikan

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi chatGPT dan risiko bagi dunia pendidikan

Risiko lainnya yaitu, terkait plagiarisme yang mana kita tidak tahu sumber data dan jawaban yang diberikan oleh ChatGPT. Dalam beberapa kasus yang terkait dengan hak cipta, seperti pembuatan buku dan copywriting, jangan memberikan ChatGPT untuk melakukan take over karena tetap tanggung jawab terakhir ada pada manusia.

Risiko selanjutnya juga dapat menimbulkan potential misuse, karena ChatGPT dapat kita tanya untuk membuat kode program, seperti jailbreak atau sesuatu yang memang untuk menelusuri security.

Tetapi dengan semua risiko yang ada, sangat sulit juga untuk menahan pengembangan ChatGPT. Sebab, saat ini malah banyak orang yang berlomba-lomba dalam mengembangkan sesuatu seperti ChatGPT dengan harga yang lebih rendah.

Bahkan, European Union (EU) menganggap ChatGPT sebagai sesuatu yang berisiko tinggi, dan di Indonesia sendiri belum ada aturan spesifik terkait penggunaan ChatGPT. UNESCO sendiri sudah memberikan rekomendasi terkait risiko penggunaan AI, Namun, kesiapan setiap negara berbeda-beda untuk dapat mengikutinya.

“Setiap institusi memiliki caranya sendiri dalam menyikapi ini,” tutur dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Seleb
4 jam lalu

Viral Selingkuh di ChatGPT, Netizen Syok!

Nasional
20 hari lalu

Kisah Inspiratif Anak Sopir Angkot Lulus Kuliah di ITB, Tak Menyerah Raih Mimpi

Seleb
20 hari lalu

Nekat Keluar dari ITB, Zahid Ibrahim Temukan Passion dan Sukses Jadi Kreator

Nasional
26 hari lalu

Viral Lagu Lecehkan Perempuan, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Minta Maaf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal