Dosen ITB Beberkan Bahaya ChatGPT dalam Dunia Pendidikan

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi chatGPT dan risiko bagi dunia pendidikan

Risiko lainnya yaitu, terkait plagiarisme yang mana kita tidak tahu sumber data dan jawaban yang diberikan oleh ChatGPT. Dalam beberapa kasus yang terkait dengan hak cipta, seperti pembuatan buku dan copywriting, jangan memberikan ChatGPT untuk melakukan take over karena tetap tanggung jawab terakhir ada pada manusia.

Risiko selanjutnya juga dapat menimbulkan potential misuse, karena ChatGPT dapat kita tanya untuk membuat kode program, seperti jailbreak atau sesuatu yang memang untuk menelusuri security.

Tetapi dengan semua risiko yang ada, sangat sulit juga untuk menahan pengembangan ChatGPT. Sebab, saat ini malah banyak orang yang berlomba-lomba dalam mengembangkan sesuatu seperti ChatGPT dengan harga yang lebih rendah.

Bahkan, European Union (EU) menganggap ChatGPT sebagai sesuatu yang berisiko tinggi, dan di Indonesia sendiri belum ada aturan spesifik terkait penggunaan ChatGPT. UNESCO sendiri sudah memberikan rekomendasi terkait risiko penggunaan AI, Namun, kesiapan setiap negara berbeda-beda untuk dapat mengikutinya.

“Setiap institusi memiliki caranya sendiri dalam menyikapi ini,” tutur dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

OpenAI Jadi Pemungut Pajak, Langganan ChatGPT Kena PPN 11 Persen

Internasional
2 bulan lalu

Cloudflare Sempat Ganggu X dan ChatGPT, Apa Aman Sekarang?

Internet
3 bulan lalu

Akses ChatGPT Terancam Diputus Komdigi, Ini Penyebabnya!

Internet
3 bulan lalu

Bos Cloudflare Minta Maaf usai Kiamat Internet Semalam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal