DPR Minta Kemenhut Siaga Karhutla, Ingatkan Titik Panas Mulai Terdeteksi di Riau

Felldy Aslya Utama
Anggota Komisi IV DPR Rajiv. (Foto: Istimewa)

Adapun data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan luas karhutla di Riau tercatat 2.713,26 hektare dalam kurun waktu 1 Januari hingga 24 Maret 2026.

“Seperti di Riau, titik panas sudah mulai muncul. Ini harus jadi peringatan dini, apalagi kita akan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, BMKG juga memprediksi musim kemarau 2026 akan datang secara bertahap mulai April hingga Juni dan berpotensi berlangsung lebih kering di sejumlah wilayah, khususnya Sumatra bagian tengah dan selatan, Kalimantan, serta sebagian Sulawesi.

“Ini kombinasi sangat berbahaya. Kemarau lebih cepat, lebih kering, dan lebih panjang. Data BMKG harus jadi alarm serius bagi kita semua. Jangan sampai kita kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutur dia.

Selain faktor cuaca, Rajiv menilai aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi penyumbang utama karhutla di Indonesia. Setiap memasuki musim kemarau, kata dia, jumlah hotspot cenderung meningkat signifikan dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatra dan Kalimantan. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aktivis Konservasi Orang Utan Birute Galdikas Meninggal, Kemenhut Berduka

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Bandung Zoo Disegel usai Izin Dicabut Kemenhut

57 tahun lalu

Kemenhut Pulangkan 4 Orang Utan dari Thailand, Korban Perdagangan Ilegal

57 tahun lalu

Kemenhut Siapkan Revitalisasi Rumah Sakit Gajah Sumatra, Gandeng Dokter India

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal