Iwan menyoroti evaluasi mengenai koordinasi perjalanan atau lalu lintas perkeretaapian. Mengingat dalam kecelakaan KA di Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu, benturan kereta terjadi dalam waktu yang sangat sempit pada jalur yang sama.
“Harusnya informasi dapat terintegrasi. Jadi hal ini perlu menjadi evaluasi. Integrasikan komunikasi pusat kendali jalur kereta. Khususnya yang layananannya berbeda atau tidak sejenis, karena sepertinya koordinasi berbeda,” kata Iwan.
Sebelumnya, peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi Timur menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.