JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mendesak polisi mengusut penyebab kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM. Mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya itu ditemukan meninggal di kamar kos kawasan Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
“Kematian seorang mahasiswi adalah tragedi besar yang tidak boleh disikapi secara biasa. Negara wajib hadir memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya,” ujar Nihayatul dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ninik itu mengatakan segala bentuk kekerasan seksual tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, terlebih jika terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik.
“Jika benar ada tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik hingga berdampak pada kondisi psikologis korban, maka ini merupakan kejahatan serius yang harus diproses hukum secara tegas,” ujarnya.
Ninik menegaskan komitmennya untuk terus menggaungkan gerakan anti-kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan. Dia mendorong kampus agar kooperatif, terbuka, dan tidak melindungi pelaku jika terbukti bersalah.
“Penegakan hukum yang transparan sangat penting agar kasus ini tidak berhenti pada spekulasi publik. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi seluruh institusi pendidikan untuk memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan korban,” tutur dia.