Eks Menlu Hassan Wirajuda: Banyak Kritik soal Board of Peace karena Informasi Belum Utuh

iNews
Mantan Menlu Hasan Wirajuda menilai banyaknya kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace karena informasi yang diterima publik belum utuh. (YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai banyaknya kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) karena informasi yang diterima publik belum utuh. Badan tersebut masih tahap awal pembentukan sehingga peran dan kontribusinya belum terlihat nyata.

Dia pun meminta publik untuk tidak terburu-buru melontarkan kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam BoP atau Dewan Perdamaian untuk Gaza tersebut.

"Proses Board of Peace ini kan masih awal, jadi juga kita mesti lebih terbuka untuk jangan tergesa-gesa menilai. Apalagi kalau kita hanya mendasarkan pada informasi yang tidak cukup utuh," ujar Hassan di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026).

Hassan juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterlibatan Indonesia di BoP di hadapan para pakar dan ahli politik luar negeri di Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Hassan mengatakan, Prabowo memaparkan mengenai proses keterlibatan Indonesia ke badan tersebut. Prabowo juga disebutnya membeberkan kontribusi yang akan diberikan Indonesia di dalam BoP.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Seskab Teddy Sebut Iuran Board of Peace Tak Wajib: Indonesia Belum Bayar

Nasional
1 bulan lalu

Wamenlu Ungkap Komite Board of Peace bakal Diisi Teknokrat Palestina

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Putuskan Gabung Board of Peace, Menag Ingat Perjanjian yang Diteken Rasulullah

Nasional
1 bulan lalu

Menlu Ungkap Alasan RI Gabung Jadi Anggota Board of Peace Bentukan Trump 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal