Berdasarkan analisis BMKG, potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 6–13 September masih relatif rendah di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut terutama terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, serta sebagian Sulawesi dan Papua Selatan.
Menurut Faisal, rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan membuat peluang hujan alami untuk membantu pemadaman karhutla masih terbatas.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian utama meliputi Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Selain peningkatan hotspot, BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas udara.
Pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) juga menunjukkan peningkatan di beberapa lokasi yang terdampak aktivitas karhutla.