Eropa Dilanda Gelombang Panas, BMKG Pastikan Indonesia Tak Terpengaruh

Arie Dwi
Eropa dilanda gelombang panas (Foto : AFP)

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan, gelombang panas yang terjadi di wilayah Eropa atau Amerika biasanya terjadi pada saat periode musim panas berlangsung. Secara umum, gelombang panas dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Eropa ataupun Amerika.

"Di mana ketika terdapat pola tekanan udara tinggi di atmosfer yang dapat terjadi selama beberapa hari bahkan beberapa minggu yang kemudian dapat mendorong pergerakan massa udara hangat dan terkompresi di sekitar permukaan sehingga menimbulkan kondisi suhu udara yang lebih panas dan cenderung lembab," paparnya.

Berbeda dengan Indonesia. Fenomena suhu panas yang terjadi di Indonesia lebih kepada pengaruh posisi matahari dan kondisi tutupan awan yang sangat kurang pada siang hari. Ditekankan Guswanto, kedua faktor ini menjadi penyebab utama kondisi suhu panas di wilayah Indonesia.

"Gelombang panas tidak selalu terjadi setiap tahun. Meskipun demikian, gerak semu tahunan matahari yang menyebabkan perubahan musim di lintang menengah dan tinggi umumnya memicu adanya daerah bertekanan tinggi (high pressure area) yang merupakan pemicu terjadinya gelombang panas," ungkapnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Menko Airlangga Pastikan Tarif Resiprokal RI-AS Turun Jadi 15 Persen

Internasional
3 hari lalu

Mediator AS: Pasukan ISF Asal Indonesia Akan Ditempatkan di Gaza Selatan

Nasional
3 hari lalu

Transfer Data RI-AS Jadi Sorotan, Menkomdigi Tegaskan UU PDP Tetap Berlaku Penuh

Internasional
3 hari lalu

Pasukan Stabilisasi Internasional ISF Akan Tiba di Gaza pada Awal April

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal