Selama periode pengamatan 5-6 September 2026, kondisi visual Gunung Anak Krakatau terpantau jelas meskipun sesekali tertutup kabut. Berdasarkan pemantauan CCTV, kolom erupsi berwarna merah terlihat pada malam hari, sedangkan pada siang hari tampak kepulan berwarna kehitaman membumbung ke udara.
Dari pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) sempat meningkat pada 5 September 2026. Namun, aktivitas tersebut menunjukkan tren penurunan pada 6 September 2026.
Sementara itu, data tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026. Adapun Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.
Siti menegaskan, berakhirnya episode erupsi menerus bukan berarti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah sepenuhnya berhenti.
Dinamika vulkanisme gunung api tersebut masih aktif sehingga potensi terjadinya letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi.