ESDM: Porsi EBT di Bauran Energi Naik Jadi 15,75 Persen, Tambahan Terbesar dari PLTA

Iqbal Dwi Purnama
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

Dia menjelaskan, peningkatan bauran EBT menjadi faktor penting untuk menekan ketergantungan terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi global. 

Selain itu, pengembangan EBT juga sejalan dengan komitmen penurunan emisi dan target transisi menuju energi bersih.

Namun, Bahlil mengakui capaian bauran EBT saat ini masih berada di bawah target jangka menengah pemerintah. Oleh karena itu, percepatan proyek-proyek pembangkit EBT, penyederhanaan perizinan, serta skema insentif investasi akan terus diperkuat pada 2026.

"Sebenarnya kita penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025. Tapi kalau dikonversi menjadi persentase karena ada penambahan 7 GW dari gas dan batubara maka persentasenya menjadi turun," tuturnya.

Pemerintah berharap tren kenaikan bauran EBT yang terjadi pada 2025 dapat berlanjut pada tahun berikutnya, seiring masuknya proyek PLTA skala besar, panas bumi, serta ekspansi pembangkit surya di berbagai wilayah.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Indonesia Masih Bergantung ke Impor Energi, MPR Dorong Revisi UU Migas hingga EBT

Nasional
7 bulan lalu

Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Hadir Peresmian Proyek EBT di Ijen gegara Cuaca Buruk

Bisnis
7 bulan lalu

Dorong Bisnis Berkelanjutan, MNC Energy Investments Berencana Garap Sektor EBT 

Bisnis
7 bulan lalu

Pertamina NRE Gandeng Perusahaan EBT Filipina untuk Investasi di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal